Welcome To My Imajination

Selamat Datang di Dunia 3Dimensi
Terima Kasih Sudah Berkunjung Saya berharap Blog ini bisa tampil lebih baik lagi tentunya harapan itu merupakan harapan kita semua.. karna itu saya butuh Masukan, Kritikan dan Saran dari teman-teman semua untuk memaksimalkan isi blog ini, sekali lagi Selamat Berkunjung semoga blog ini bermanfaat bagi anda...
@ Creat: By Abank.

Minggu, 26 Februari 2012

Tutorial cara memberi material pada obyek 3Dsmax

GARASI

Posted on May 8th, 2008 by Jati™
Berikut ini adalah tutorial bergambar cara memberikan material atau tekstur pada obyek menggunakan 3Ds max ( material standart ) mayoritas animasi entah itu untuk perframe atau animasi gerak membutuhkan aplikasi material pada permukaan obyeknya agar benda tersebut terlihat lebih hidup dan realistis.
Material akan sangat membantu untuk membentuk suatu tekstur dan warna yang tidak mungkin dilakukan dengan mengedit obyek tersebut secara manual contoh seperti detail pada benda yang sangat kecil, ada banyak jenis material pada 3D max, namun disini saya akan menunjukkan cara aplikasi material standart yang mempunyai fungsi memberi warna atau menempelkan foto pada permukaan benda tersebut, agar lebih mudah dimengerti dan tidak njlimet saya akan menggunakan contoh aplikasi material pada sebuah kotak, dan tutorial ini cocok buat anda yang baru belajar 3ds max.
  • Buat sebuah benda kotak dengan ukuran terserah, jika anda belum mengerti cara membuat kotak ikuti langkah saya pilih tab create » Geometry » lalu pada “object type” pilih box klik kiri mouse pada view perspektif dan tahan lalu drag secara horisontal untuk memasukkan nilai panjang dan lebarnya lalu lepas drag kemudian drag lagi untuk memasukkan nilai tingginya, ahirnya jadi degh sebuah box.
  • Langkah kedua setelah selesai membuat box buka material editor dengan mengeklik pada tombol material editor atau pencet M pada keyboard anda. Selanjutnya klik pada tombol kotak disebelah diffuse lalu pada map browser pilih bitmap ( posisi paling atas ) kemudian cari foto yang ingin anda masukkan, pilih bitmap apapun yang ingin anda pakai, usahakan yang anda pilih adalah bitmap yang tidak di blur, setelah selesai klik icon Go To Parent
    pada contoh disamping saya menggunakan tekstur kayu sebagai bitmapnya, setelah bitmap tersebut masuk dalam material editor seperti contoh disamping, selanjutnya klik pada box hingga posisi terpilih lalu pencet icon Assign material to selection Assign material to selection atau memasukkan material dengan cara klik ditengah preview material lalu drag ke box yang sudah anda buat tadi.
  • Sampai disini box yang anda buat tadi sudah mempunyai material foto pada permukaannya, namun tidak semua obyek yang diberi material langsung muncul pada viewport, seperti jika anda menggunakan 3Dmodel dari autocad yang diimport kedalam max tentu tidak akan muncul, terus bagaimana cara mengatasi jika tidak material tidak terlihat? untuk memastikan material tersebut sudah masuk atau belum coba anda render dengan memencet F9 pada keyboard anda, jika obyek cuman 1biji akan mudah mengingatnya, tetapi bagaimana jika anda ribuan obyek yang materialnya tidak terlihat? solusinya adalah modifikasi box tersebut dengan menambahkan UVW map caranya pilih modify » klik pada menu dropdown di modifier list » lalu pilih UVW map dan material foto anda akan terlihat pada viewport.

Masjid Dengan Arsitek unik yang ada di Indonesia:

GARASI

Masjid dian Al Mahri / Masjid Kubah Emas


Spoiler for Masjid dian Al Mahri:
adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah salat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga dan menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas.


Masjid An Nurumi

Spoiler for Masjid An Nurumi:
Masjid An Nurumi merupakan masjid kecil di tepi jalan Jogja-Solo dengan arsitektur cukup unik. Kubah atapnya mirip bangunan di Moscow, Russia. Kubahnya berbentuk aneh dan berwarna-warni. Mesjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Kremlin. Ada juga yang menjuluki Masjid Permen, sebab kubahnya warna-warni mirip permen lolipop.



Masjid Bawah Tanah Tamansari

Spoiler for Masjid Bawah Tanah Tamansari:
Masjid Taman sari terletak di bawah tanah kompleks Taman Sari Jogjakarta. Masjid Tamansari dibangun pada paruh pertama abad lalu. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik. Masjid bawah tanah ini terdiri atas dua lantai berbentuk bulat dengan rongga- rongga jendela di bagian luarnya. Lantai bawah dipakai untuk jamaah wanita, lantai atas untuk jamaah pria. Tangga dari lantai bawah menuju ke lantai atas terletak di tengah-tengah lingkaran. Selain itu terdapat sebuah kolam kecil berbentuk bulat di tengah masjid serta tangga yang melintang di atasnya.



Masjid Cipari

Spoiler for Masjid Cipari:
Masjid Cipari atau A-Syuro, adalah salah satu masjid tertua di Garut, Jawa Barat. Bentuk bangunan mesjid ini cukup unik karena mirip bangunan gereja dengan bentuk bangunannya yang memanjang dengan pintu utama persis ditengah-tengah nampak muka bangunan, juga keberadaan menaranya yang terletak di ujung bangunan persis diatas pintu utama. Masjid Cipari ini juga memiliki sejarah perjuangan, karena dahulu digunakan sebagai basis perjuangan rakyat dan tentara.


Masjid Menara Kudus

Spoiler for Masjid Menara Kudus:
Masjid Menara Kudus disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar adalah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus. Keunikan dari bangunan masjid ini adalah menara berbentuk candi bercorak Hindu Majapahit. Bentuk arsitekturalnya yang sangat khas untuk sebuah menara masjid itulah yang menjadikannya begitu mempesona. Keunikan lainnya, mesjid ini dibangun dengan menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Mesjid ini terletak di kabupaten Kudus, Jawa Tengah.


Masjid Muhammad Cheng Ho

Spoiler for Masjid Muhammad Cheng Ho:
Masjid Muhammad Cheng Ho berada di Jalan Gading, Kota Surabaya. Mesjid ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai salah satu masjid terunik. Bangunan mesjid ini tidak berbentuk seperti mesjid pada umumnya karena dibuat dengan arsitektur khas Tiongkok. Bentuk bangunan ini mirip Masjid Niu Jie di Beijing yang berusia lebih dari 100 tahun.


Masjid Perahu

Spoiler for Masjid Perahu:
Masjid yang terletak di sebuah gang kecil yang terapit oleh Apartemen Casablanca, Jakarta ini aslinya bernama Al Munada Darrusalam. Mesjid ini lebih dikenal sebagai masjid perahu karena di samping masjid itu terdapat bangunan beton yang menggambarkan sebuah perahu raksasa. Bangunan berbentuk perahu tersebut difungsikan sebagai tempat wudhu untuk kaum muslimat, sementara untuk kaum muslimin berada pada sisi yang berbeda. Suatu keunikan yang tak dimiliki oleh masjid-masjid lainnya.


Masjid Pintu Seribu

Spoiler for Masjid Pintu Seribu:
Masjid Nurul Yakin atau lebih dikenal dengan sebutan masjid Sewu (seribu) memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan masjid lainnya karena mesjid ini memiliki seribu pintu. Masjid seribu ini menjadi salah satu tempat paling menarik bagi wisatawan. Tak hanya wisatawan lokal tapi wisatawan asing. Mesjid ini terletak di

Desain Rumah Dan Ruang Usaha (Ruko/Rukan) 2 Lantai


Pada posting artikel kali ini, saya akan melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas tentang: Desain Rumah Dan Ruang Usaha (TOKO) 1 Lantai. Pada artikel yang lalu saya sudah menuliskan tentang proses merencanakan dan pembagian ruang pada rumah yang juga difungsikan sebagai ruang usaha.
Merencanakan rumah yang juga difungsikan sebagai ruang usaha (kantor, toko, wartel, warnet, kios, dsb) sebaiknya dilakukan pada saat proses pra-rencana. Bekerjasamalah dengan arsitek, ungkapkan semua ide yang ingin anda lihat pada rumah dan ruang usaha (ruko/rukan) anda. Mintalah gambar presentasi 3d untuk melihat seperti apa bentuk, susunan ruang dan tampilan rumah anda nantinya.
Pastikan desain rumah dan ruang usaha (ruko/rukan) anda sudah fix dan sesuai seperti yang anda inginkan, baru kemudian anda masuk pada tahapan konstruksi. Pada tahap konstruksi atau pembangunan rumah idealnya tidak ada revisi yang terlalu signifikan. Bila ada sesuatu masalah yang memang tak bisa dihindari dan harus merubah gambar teknis yang sudah direncakanakan semula, pastikan perubahannya dituangkan dalam as built drawing.
As built drawing berguna jika suatu saat anda harus melakukan perawatan pada elemen bangunan yang rusak, misalnya: floor drain, instalasi kabel, kelistrikan, dsb. Jika rumah anda anda berada dipinggir jalan, sebaiknya lebih berhati-hati. Perhatikan apakah ada instalasi listrik, plumbing, atau telfon yang ditanam dibawah tanah? Ini penting jika suatu saat ada pekerjaan galian (biasanya pekerjaan ini berasal dari Dinas PU, Tata kota, dsb) disekitar rumah anda, sampaikan pada pihak yang melakukan pekerjaan galian bahwa disekitar rumah anda terdapat instalasi yang mungkin akan terganggu akibat pekerjaan mereka.
Ada banyak sekali jenis usaha yang bisa dilakukan dari rumah, untuk anda para wanita mungkin usaha seperti: warung makan, tailor, permak jeans, butik kecil, praktek dokter, bakery dan ice cream, dsb adalah jenis usaha yang bisa anda jalankan dari rumah. Sementara bagi para pria biasanya menjalankan usaha konsultansi, arsitek, notariat, programmer, desainer interior, broker, dsb.
Dari sekian banyak jenis usaha yang sudah disebutkan diatas, bukan tidak mungkin bila sebuah rumah digunakan untuk menjalankan beberapa jenis usaha. Atau bisa jadi sang suami menjalankan usaha dirumah sebagai konsultan dan sang istri sebagai dokter gigi. Bayangkan rumah anda harus direncanakan dan ditata sedemikian rupa agar sesuai dengan 2 jenis usaha yang dijalankan.
Berikut ini adalah area atau wilayah didalam rumah yang bisa anda bagi dan gunakan berdasarkan jenis-jenis usaha yang akan dijalankan:
  • Carport dapat anda manfaatkan sebagai wartel/warnet/cyber café atau kantn makan.
  • Garasi dapat anda manfaatkan sebagai distro atau factory outlet
  • Mezzanine diloteng (loft) dapat anda manfaatkan sebagai studio desain arsitek
  • Pavilliun dapat anda manfaatkan sebagai galeri seni
  • Jika rumah+ruang usaha (ruko/rukan) anda didesain 2 lantai, kelebihan kamar dilantai atas bisa anda manfaatkan sebagai kamar kost.
  • dsb..
Bekerja dari rumah yang sekaligus difungsikan sebagai ruang usaha (ruko/rukan) memiliki beberapa keuntungan; anda tidak perlu terjebak kemacetan saat menuju kantor, tidak stress dengan rutinitas harian kantor, hemat biaya transportasi, dsb. Namun demikian bekerja dan menjalankan usaha dari rumah yang juga dimanfaatkan sebagai ruang usaha (ruko/rukan) memiliki beberapa konsekwensi yang harus anda perhatikan:
  • Disiplin dalam membagi waktu. Ketika anda bekerja atau menjalankan usaha dari rumah toko atau rumah kantor (Ruko/Rukan) tidak ada atasan atau pimpinan yang mengawasi anda. Andalah pimpinan dan bossnya, andalah yang harus pandai membagi mana waktu antara urusan pribadi dan urusan pekerjaan.
  • Pembagian dan penggunaan ruang secara tegas dan konsekuen. Sesuai dengan artikel yang sudah dibahas sebelumnya, ketika merencanakan denah atau layout rumah sekaligus ruang usaha (ruko/rukan) anda harus merencakan mana area privat yang berfungsi sebagai tempat tinggal, dan mana area yang berfungsi sebagai tempat usaha (kantor, toko, kios, wartel, cyber café, dsb).
Pada artikel kali ini, saya menyisipkan desain rumah sekaligus tempat usaha (ruko/rukan) 2 lantai, dimana pembagian area untuk usaha dan ruang untuk menerima tamu diletakkan dilantai 1. Dibagian kanan bangunan difungsikan sebagai tempat usaha (toko), sementara dibagian kiri bangunan adalah ruang tamu dan bisa juga dimanfaatkan sebagai kantor anda. Dibagian belakang rumah terdapat kamar mandi, pantry dan ruang makan.
Untuk living area semua diletakkan dilantai 2. 2 buah kamar tidur sesuai kebutuhan pemilik rumah berada pada bagian belakang, sementara master bedroom yang dilengkapi kamar mandi dalam kami letakkan dibagian depan
Sebuah ruang keluarga berukuran 3,50 m x 3,00 m cukup untuk menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan bagi anggota keluarga. Ruang keluarga ini juga dilengkapi ruang hiburan dibagian depan. Diruang ini bisa diletakkan entertainment center (wall unit dan audio/video set).
Sebuah balkon berukuran 3,00 m x 2,00 m dibagian depan bisa menjadi tempat untuk duduk dan area observasi atau menikmati waktu pada saat pagi atau sore hari.
Berikut ini adalah ringkasan dari artikel pertama dan ke-2 tentang perencanaan rumah yang juga berfungsi sebagai ruang usaha (ruko/rukan):
  • Kenyamanan adalah hal utama yang harus dimiliki oleh sebuah hunian dengan 2 fungsi berbeda, sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat usaha.
  • Sirkulasi penghuni juga penting diperhatikan untuk memastikan fungsi dari area private (rumah) dan area publik (ruang usaha) tidak saling bercampur.
  • Berikan batasan atau pemisahan yang jelas antara ruang privat (tempat tinggal) dan ruang publik (tempat usaha). Jika rumah sekaligus ruang usaha (ruko/rukan) anda berlantai satu, pisahkan ruang tersebut dengan partisi atau dinding solid. Jika rumah dan ruang usaha (ruko/rukan) berlantai 2, maka fungsi bangunan bisa dipisahkan berdasarkan level bangunan. Dilantai 1 bisa dijadikan ruang usaha (kantor, toko, wartel, warnet, kios, dsb), sementara dilantai 2 bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal (living area).
  • Walaupun diatas kertas bekerja dan menjalankan usaha dari rumah lebih hemat dibanding menyewa kantor, namun anda harus tetap menyiapkan dana operasional. Dana operasional anda perlukan biasanya untuk membayar: listrik, telefon, air, dan internet.
  • Rumah yang juga difungsikan sebagai tempat usaha (ruko/rukan) adalah sama seperti bangunan komersil pada umumnya. Bangunan tersebut harus didesain sedemikian rupa, desain rumah sekaligus juga tempat usaha (ruko/rukan) sebaiknya cantik, menarik dan menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya (eye catching).
  • Perhatikan faktor keamanan bangunan anda. Rumah yang juga difungsikan sebagai ruang usaha (ruko/rukan) adalah asset penting milik anda dan keluarga. Baik sebagai rumah tempat tinggal anda dan keluarga, maupun sebagai bangunan komersil tempat anda bekerja, menjalankan usaha, dan menghasilkan keuntungan darinya.

Mengenal Atap Rumah – Berbagai Jenis Desain Atap dan Bahan Penyusunnya


Atap rumah merupakan bagian dari bangunan yang befungsi sebagai penutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Atap rumah merupakan bagian penting pada konstruksi bangunan rumah karena berada diatas untuk menutupi seluruh bagian bangunan.
Konstruksi atau struktur atap pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu : struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban-beban atap akan diteruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.
Struktur atap pada umumnya dibuat dengan mengikuti atau menyesuaikan dengan denah atau bentuk keseluruhan bangunan (desain atap rumah). Jika rumah terdiri atas 2 lantai, struktur atap dibuat mengikuti denah/layout rumah pada lantai 2.
Desain Atap
Ada beberapa bentuk desain atap rumah yang dapat digunakan sebagai referensi ketika anda akan membangun rumah, antara lain:
1. Bentuk Atap Pelana
Atap ini merupakan bentuk atap rumah yang dianggap paling aman karena pemeliharaannya mudah dalam hal mendeteksi apabila terjadi kebocoran. Atap pelana terdiri atas dua bidang miring yang ujung atasnya bertemu pada satu garis lurus yang biasa kita sebut bubungan. Sudut kemiringan antara 30 s/d 45 derajat.
2. Bentuk Atap Perisai (Limasan)
Bentuk atap ini penyempurnaan dari bentuk atap pelana, yang terdiri atas dua bidang atap miring yang berbentuk trapezium. Dua bidang atapnya berbentuk segi tiga dengan kemiringan yang biasanya sama.
3. Bentuk Atap Kombinasi Pelana+Perisai
Bentuk atap ini adalah kombinasi atau gabungan dari atap jenis pelana dan perisai (limasan). Ada yang juga menyebut jenis atap ini sebagai atap tenda patah atau atap joglo.
4. Bentuk Atap Datar
Modelnya bidang datar memanjang horizontal biasanya dipakai untuk atap teras. Atau bahkan digunakan untuk membuat taman di atas rumah. Atap bentuk ini paling susah perawatannya terutama dalam masalah mendeteksi kebocoran. Yang perlu diperhatikan dalam merencana atap ini adalah memperhitungkan ruang sirkulasi udara di bawahnya supaya suhu ruangan tidak terlalu panas.
5. Bentuk Atap Sandar
Atap sandar atau yang biasa disebut atap tempel karena bagian tepi atasnya bersandar atau menempel pada dinding bangunan (kantilever). Bangunan dengan atap rumah sandar umumnya adalah atap pada bangunan tambahan.
Jenis Dan Bahan Penutup Atap
Ada sejumlah bahan dan jenis yang biasanya digunakan untuk material penutup atap rumah. Dalam memilih berbagai jenis material penutup atap, sebaiknya disesuaikan dengan fungsi, desain rumah, serta kondisi Anda.
a. Genteng.
Genteng adalah salah satu jenis atap rumah yang sering digunaka,genteng sendiri dapat dibedakan berdasarkan bahan baku untuk membuat genteng yaitu tanah liat, beton, metal atau seng, serat fiber semen atau asbes, kaca, bentuk genteng mempunyai berbagai macam variasi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan selera pemilik rumah.
b. Sirap.
Penutup atap rumah dengan model sirap menggunakan bahan papan kayu dengan ukuran tertentu yang ditata sedemikian rupa sehingga ata rumah dapat berfungsi dengan baik, atap sirap ini mampu menyerap panas matahari dengan baik sehingga membuat rumah menjadi sejuk untuk dihuni, jenis kayu yang baik untuk digunaka sebagai atap sirap adalah kayu ulin karena jenis kayu ini terbilang awet yang dapat bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun, atau dapat juga dari jenis kayu lain yang sudah diawetkan secara sempurna, kendala penggunaan atap sirap ini terletak pada kesulitan dalam memperoleh bahan, harganya mahal dan sulit pada masa perawatan jika ada yang bocor.
c. Rumbia.
Bahan yang dapat digunakan sebagai atap rumah yang selanjutnya adalah rumbia, yaitu jenis penutup atap yang terbuat dari bahan daun yang ditata menjadi sebuah atap rumah, atap rumbia dapat memberikan kesan alami dan tradisional dengan biaya pembangunan yang murah, serta mempunyai berat konstruksi yang ringan, namun atap rumbia tidak dapat bertahan lama dan rawan bocor, jadi memerlukan perawatan khusus.
d. Ijuk.
Ijuk adalah jenis atap yang terbuat dari tanaman aren yang tumbuh diantara pelepahnya, dapat memberikan kesan alami dan kesejukan. Namun kekurangan atap jenis ini adalah sulit dalam penggantian dan rawan bocor pada saat hujan turun.
e. Genteng Aspal.
Genteng aspal dapat digunakan dengan cara pemasangan hampir mirip dengan model atap sirap, genteng aspal dapat menyerap panas matahari dengan baik sehingga membuat rumah menjadi sejuk, namun masih sulit dicari dipasaran dan memerlukan keahlian khusus dalam pemasanganya.
f. Beton Bertulang.
Atap beton bertulang banyak digunakan pada gedung-gedung bertingkat tinggi, dan pada rumah tinggal yang di desain untuk dapat ditingkat dalam waktu yang akan datang atau biasa dIsebut dengan model rumah mengambang atau rumah tumbuh. Konstruksi beton bertulang yang difungsikan sebagai atap pada rumah dan bangunan biasa juga kita kenal sebagai dak beton. Dak beton terbuat dari kombinasi besi dan cor beton. Dak beton banyak digunakan pada banguna rumah modern atau rumah minimalis. Jenis penutup atap ini cukup kuat menahan perubahan cuaca dan konstruksinya pun cukup kuat.
g. Polycarbonate.
Banyak dipilih karena lebih mampu menahan panas karena biasanya dilapisi lapisan ultraviolet dibandingkan fiberglass dan lebih tahan lama (warna tidak cepat pudar). Cahaya dapat diteruskan. Kesan ringan serta transparan juga diperoleh. Mudah ditekuk dan pemasangannya tidak memakan waktu lama (kurang lebih dua hari).
h. PVC (Polyvinyl Chloride).
Banyak digunakan dan posisinya antara fiberglass dan polycarbonate, yaitu lebih tahan lama dibanding fiberglass, tetapi lebih murah dari polycarbonate.
i. Aluminium.
Umumnya yang banyak dipakai adalah produk  Pryda atau Lovera yang memiliki kemudahan serta fleksibilitas karena dapat dibuka dan ditutup dengan mudah. Hanya, harganya relatif tinggi dibandingkan penutup lainnya.
j. Seng (Metal Bergelombang).
Kelebihan jenis atap ini adalah kemudahan dalam pemsasanganya dan tidak memerlukan rangka atap yang terlalu banyak, namun seringkali menimbulkan suara yang berisik disaat hujan turun.
Jenis-Jenis Genteng Untuk Rumah
a. Genteng Tanah Liat
Material ini umumnya banyak digunakan sebagai genteng rumah. Terbuat dari tanah liat yang dipress dan dibakar. Dalam pemasangannya membutuhkan rangka dan dipasang pada atap yang miring. Sistem pemasangannya saling mengunci dan mengikat atau inter-locking system.
b. Genteng Metal
Genteng ini terbuat dari lembaran mirip seng. Pemasangannya tidak jauh beda dengan genteng tanah liat. Bisa juga ditanam pada gording rangka atap dengan menggunakan skrup. Tersedia ukuran yang bervariasi dengan lebar 600 mm – 1200 mm, dengan ketebalan 0,3 mm dan panjang 1,20 m – 12 m.
c. Genteng Keramik
Bahan dasar genteng ini adalah keramik tetapi telah mengalami proses finishing glazur. Jenis genteng ini menampilkan kesan modern. Tersedia dalam beragam warna dan ukuran. Genteng ini bertumpu pada rangka kayu dan beton.
d. Genteng Aspal
Bahan material terbuat dari campuran aspal dan bahan kimia lain. Ada yang model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka. Sedangkan Multipleks dan rangka dikaitkan dengan skrup dan genteng aspal dilem ke papan. Sedang model yang bergelombang cukup diskrup pada gording.
e. Genteng Kaca
Pada umumnya genteng kaca dipasang hanya pada bagian tertentu dari atap karena fungsinya sebagai penerangan alami. Seiring dengan berkembangnya dunia desain saat ini genteng kaca banyak diaplikasikan menggunakan kaca datar dengan rangka untuk memberi kesan modern dan minimalis.
Demikianlah artikel tentang berbagai jenis desain atap yang umumnya diaplikasikan dalam konstruksi bangunan gedung dan rumah serta berbagai jenis bahan/material yang dapat digunakan sebagai penutup atap rumah. Dengan mengetahui seluk beluk tentang atap rumah, anda dapat memilih dan mengaplikasikan yang terbaik bagi rumah anda.
Tags: Mengenal Atap Rumah, Jenis Atap Rumah, Desain Atap Rumah, Berbagai Jenis Desain Atap Rumah, Bahan Penyusun Atap Rumah, Bahan Atap Rumah, Macam-macam Atap Rumah, Berbagai Jenis Genteng Untuk Atap Rumah, Macam Gneteng Rumah

Sabtu, 25 Februari 2012

Arsitektur Sulawesi Tengah

GARASI
Grha Kreasi Geometri


Arsitektur Tradisional Suku Bangsa Lore (Sulawesi Tengah)

Lore adalah salah satu suku bangsa yang ada di Sulawesi Tengah. Suku bangsa Lore mendiami daerah pegunungan di sebelah utara dan di sekitar Lembah Bada yang dikelilingi oleh pegunungan di sebelah selatan wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Masyarakatnya mengembangkan desain rumah yang diwariskan dari nenek moyang mereka. Rumah bagi masyarakat Lore, tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung dari dinginnya udara malam, teriknya sinar matahari, dan derasnya air hujan, tetapi juga memiliki fungsi lain yang sangat erat kaitannya dengan kondisi sosial-budaya mereka. Oleh karena itu, selaras dengan fungsinya, mereka mengenal dan mengembangkan berbagai jenis rumah. Tulisan ini mengetengahkan arsitektur tradisional orang Lore yang ada di Lembah Bada, Kecamatan Lore Selatan.

Jenis-jenis Rumah Tradisional orang Lore di Lembah Bada
Jenis-jenis rumah orang Lore yang ada di Lembah Bada, di antaranya adalah: rumah tempat tinggal, rumah ibadah, dan rumah tempat menyimpan. Berikut ini akan diuraikan ketiga jenis rumah tradisional tersebut.

a. Rumah Tempat Tinggal
Rumah tempat tinggal Suku Lore di Lembah Bada, baik tempat tinggal raja bangsawan maupun orang kebanyakan (rakyat biasa), disebut dengan tambi. Perbedaan antara tambi raja, bangsawan dan rakyat jelata terletak hanya pada bubungan rumah, yakni ada atau tidaknya kepala/tanduk kerbau. Tanduk kerbau yang ada di bubungan hanya ada pada tambi milik raja dan bangsawan saja, sedangkan pada rumah orang kebanyakan tidak dibenarkan memasang tanduk atau kepala kerbau.

Secara umum tambi yang ada di Lembah Bada ini berukuran antara 5x6 meter persegi hingga 6x9 meter persegi, bergantung dari kemampuan pemiliknya. Di dalam tambi hanya terdapat sebuah ruangan yang disebut lobona, dan tidak memiliki kamar-kamar. Lobona berfungsi sebagai ruang tamu di kalangan keluarga. Di sekeliling lobona, sepanjang dinding tambi terdapat asiri yang berfungsi serba guna. Selain dipergunakan sebagai tempat tidur yang dibatasi oleh sampiran, asiri dapat pula berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan benda pusaka atau barang berharga lainnya.

Pada bagian tengah lobona terdapat rapu (dapur), berbentuk segi empat kecil berukuran 1x1,5 meter persegi. Selain sebagai tempat untuk memasak, rapu juga digunakan sebagai alat penerangan pada waktu malam hari atau alat pemanas ruangan pada saat musim dingin. Pintu tambi terbuat dari selembar papan yang tidak disambung, berukuran 90x120 sentimeter persegi yang tebalnya kadang-kadang hingga 5 sentimeter.

Tangga rumah tambi berbentuk segi empat. Jumlah anak tangganya antara 3, 4 atau 5, bergantung tinggi-rendahnya banggunan. Atap tambi berbentuk seperti piramida yang membentuk siku 45 derajat. Pada bagian depan tambi adakalanya terdapat serambi yang ukuran panjangnya sekitar 3 meter dan lebarnya mengikuti lebar tambi.

b. Rumah Ibadah
Rumah Ibadah yang terdapat di Lembah Bada adalah gereja dan masjid. Bangunan gereja yang ada di tempat itu bukanlah bangunan tradisional. Bangunan ini dahulu adalah rumah seorang Pendeta Belanda bernama Wundereght, yang menetap di Desa Boma. Setelah Pendeta Wundereght meninggal dunia, rumah kediamannya dipindahkan ke Gintu dan pada tahun 1955 diubah menjadi gereja. Susunan ruangannya terdiri dari serambi depan, ruang tempat beribadah dan konsistory.

Sebelum Pendeta Wundereght meninggal dunia, tempat ibadah umat Kristen yang merupakan mayoritas di Lembah Bada (97,7%) adalah di sekolah-sekolah darurat yang didirikan oleh missi Zending. Rumah ibadah ini diberi nama tambi ponemba, yang berarti “rumah pemujaan”.

Masjid yang ada di Lembah Bada, tepatnya di daerah Gintu didirikan pada tahun 1977. Masjid ini digunakan oleh umat Islam yang jumlahnya hanya sekitar 2,3% dan tersebar pada 14 desa di Kecamatan Lore Selatan.

b. Rumah Tempat Penyimpanan
Di daerah Lembah Bada, rumah tempat menyimpan (buho) tidak hanya dipergunakan sebagai lumbung padi saja, tetapi juga dapat dipakai sebagai tempat untuk menerima tamu dan sebagai tuana mahile (tempat persidangan untuk mengadili tindak pidana). Di tempat itu pula sering berlangsung upacara adat seperti peminangan.

Bangunan buho berbentuk panggung yang pada tiap ujungnya terdapat tiang penopang atap. Tiang tersebut umumnya terbuat dari kayu balimbi yang berbentuk bundar (delapa) dan berdiameter sekitar 10 sentimeter. Buho ini dibagi menjadi dua bagian (dua tingkat). Bagian atas dibuat berdinding dan digunakan sebagai tempat menyimpan padi (lumbung). Pintu masuk ke lumbung biasanya terdapat di bagian tengah atau samping bangunan. Sedangkan, bagian bawahnya tidak diberi dinding dan berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu, tempat tuana mahile, dan dapat pula sebagai tempat melaksanakan upacara adat seperti peminangan.