Welcome To My Imajination

Selamat Datang di Dunia 3Dimensi
Terima Kasih Sudah Berkunjung Saya berharap Blog ini bisa tampil lebih baik lagi tentunya harapan itu merupakan harapan kita semua.. karna itu saya butuh Masukan, Kritikan dan Saran dari teman-teman semua untuk memaksimalkan isi blog ini, sekali lagi Selamat Berkunjung semoga blog ini bermanfaat bagi anda...
@ Creat: By Abank.

Kamis, 19 Juli 2012

GRHA atau GRAHA..?


GARASI
binagraha.jpg

Bahasa yang dipergunakan oleh Bangsa ini ialah Bahasa Indonesia. Dalam perjalanannya Bahasa Indonesia menyerap berbagai kata atau idiom dari bahasa lain. Hal ini sah-sah saja, sepanjang penggunaannya efektif dan tidak rancu. Ambil contoh kata-kata berikut ini: Komputer (diambil dari Computer, Bahasa Inggris), Taplak (diambil dati Tapelaken, Bahasa Belanda), Koran (Qur’an, Arab, artinya bacaan), dan lainnya. “H”. Akan tetapi kemudian oleh sebagian orang “dipelesetkan” menjadi “Graha”, yang ‘sialnya’, justeru malah menjadi kosa kata yang umum dan biasa dijumpai di Indonesia. Kata “Graha” banyak kita jumpai penggunaannya di negara ini, umumnya digunakan untuk nama bangunan, tempat atau suatu perusahaan. Seperti contoh Artha Graha, Graha Ubud, Graha Resor, Satya Graha dan sebagainya.

percaya boleh tidak. 

Arti yang sesungguhnya “Graha” bukan “papan” atau “suatu tempat tinggal untuk ditempati” tetapi arti sesungguhnya ialah BUAYA.


Hal yang wajar ialah bila pronounciation dari kata yang diserap tersebut kemudian dibakukan agar menjadi mudah. Seperti huruf “C” pada Computer kemudian berubah menjadi “K” pada Komputer, yang akhirnya dibakukan menjadi kosa kaat Indonesia. Tapi ada juga penyerapannya dari bahasa lain, yang selain salah malah semakin bertambah rancu saja artinya.

Ambil contoh kata “Graha”. Graha ‘dianggap’ diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya Rumah atau lebih tepatnya, “suatu bangunan untuk ditempati.” tap apakah benar demikian? Sesungguhnya kata yang benar untuk arti tersebut ialah “Grha” bukan “Graha”; jadi tanpa huruf “A” diantara konsonan “R” dan
Tetapi ada juga yang menyadari bahwa penggunaan yang benar ialah “Grha” seperti: Grha SCTV, Grhapari (semua Kantor Cabang milik telkomsel memakai kata Grhapari), Grha Widya Maranatha, Gra-C
Inilah satu kesalahan fatal dari sistem pendidikan di negeri ini. Kesalahan yang SEPELE tapi FATAL ini dibiarkan dan malah dilestarikan. Jadi anda sekarang bisa menjelaskan arti sesungguhnya dari BINA GRAHA, kantor resmi tempat sang Presiden bekerja di negeri ini, milik kebanggaan orang Indonesia. Dari sinilah, negara ini diatur, negara ini dikendalikan. Jadi ada sebagian orang yang mengganggap, jangan salahkam Tuhan kalau akhirnya memang negara ini “dikutuk” karena membiarkan negara ini dikendalikan oleh “Graha” tadi.

Seperti yang saya katakan sebelum-sebelumnya dimilis cfbe ini, negara ini sudah dari awalnya salah menerapkan sistem pendidikan di negara ini. Jadi jangan heran kalau negara ini akhirnya terpuruk terus.[daphne]

Multimedia dan lain sebagainya. Sesungguhnya apakah arti yang sebenarnya dari “Graha”? Anda boleh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar