Welcome To My Imajination

Selamat Datang di Dunia 3Dimensi
Terima Kasih Sudah Berkunjung Saya berharap Blog ini bisa tampil lebih baik lagi tentunya harapan itu merupakan harapan kita semua.. karna itu saya butuh Masukan, Kritikan dan Saran dari teman-teman semua untuk memaksimalkan isi blog ini, sekali lagi Selamat Berkunjung semoga blog ini bermanfaat bagi anda...
@ Creat: By Abank.

Jumat, 02 November 2012

Peran Arsitektur Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Wisatawan | Suara Pembaruan


Peran Arsitektur Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Wisatawan
Selasa, 30 Oktober 2012 | 9:53
Menparekraf Mari Pangestu saat membuka the 15th Asian Congress of Architect di Nusa Dua, Bali. [istimewa] Menparekraf Mari Pangestu saat membuka the 15th Asian Congress of Architect di Nusa Dua, Bali. [istimewa] 

[JAKARTA] Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu menyatakan pentingnya peran arsitektur dalam berbagai aspek kehidupan. Selain menjadi bukti untuk menelusuri perjalanan sejarah dan modal pengembangan karakter bangsa, karya arsitektur juga melambangkan kreativitas yang merupakan suatu perpaduan dari seni, budaya dan teknologi. 

“Kemenparekraf akan mendorong upaya pelestarian bangunan bersejarah, termasuk menjaga langgam arsitektur tradisional, kearifan lokal dan cara hidup masyarakat di masa lampau. Kita akan mengedepankan pendekatan fisik dan nonfisik,” papar Mari Pangestu saat membuka the 15th Asian Congress of Architect di Nusa Dua, Bali (29/10). 

Untuk pendekatan fisik misalnya membuat disain yang  kontemporer dengan tetap menjaga nilai-nilai tadisional,  penggunaan material lokal, perencanaan dan disain. Sementara untuk nonfisik misalnya melalui penciptaan even dan merumuskan kebijakan ruang publik Mari menambahkan, dengan meningkatnya jumlah kelas menengah khususnya di Indonesia, kebutuhan untuk berwisata, berekreasi, dan menghasilkan suatu karya kreatif telah menjadi sebuah gaya hidup.  

Melalui perencanaan dan disain yang baik, karya arsitektur dapat mengukuhkan suatu lokasi menjadi daya tarik wisata. Kemenparekraf akan mengembangkan 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan beberapa zona kreatif. Ide kreatif dari para arsitek diharapkan mampu mengangkat tempat-tempat tersebut menjadi daya tarik wisata yang berdaya saing internasional. Kemenparekraf menargetkan 10 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia pada 2014. 

Untuk wisatawan nusantara targetnya adalah 255 juta perjalanan dengan pengeluaran Rp191,5 triliun. “Kita berharap arsitektur dapat berperan disini karena wisatawan dalam memutuskan untuk datang ke Indonesia pasti akan memperhatikan kualitas hotel, resor, museum, dan galeri, termasuk unsur estetikanya. Dengan karya arsitektur yang dapat memenuhi ekspektasi mereka, maka diharapkan bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas wisatawan yang datang akan meningkat,” kata Mari Pangestu. 

Dalam pemaparannya Mari Pangestu menyebutkan bahwa sesuai dengan visi Kemenparekraf, arsitektur yang menjadi salah satu subsektor dari ekonomi kreatif akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan nilai tambah. Untuk mencapai tujuan tersebut ada tiga nilai yang akan dijadikan pedoman. 

Pertama
, mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan tetap memperhatikan kondisi sosial dan budaya. Kemenparekraf akan mendukung berkembangnya arsitektur yang memperhatikan kearifan lokal dan budaya. Kedua, memperhatikan keseimbangan antara lingkungan dan nilai budaya dan sosial sebagai inspirasi bagi insan kreatif. 

Kemenparekraf akan mendukung pengembangan karya arsitektur yang memperhatikan kondisi alam dan lingkungan di Indonesia misalnya dengan disain yang mampu beradaptasi dengan ancaman banjir dan gempa bumi. Ketiga, mengedepankan konservasi lingkungan melalui karya arsitektur yang mengembangkan konsep arsitektur hijau (green architect), ramah lingkungan dan efisien. 

Bagi ekonomi kreatif, kontribusi arsitektur sebagai salah satu dari 15 industri kreatif yang akan diklola oleh Pemerintah, menunjukkan statistik yang menarik. Nilai tambah yang dihasilkan tahun 2010 mencapai Rp19,9 triliun, sekitar 4,2% dari total industri kreatif. Dengan pertumbuhan 6,8%, kenaikan arsitektur merupakan tertinggi ke-4 dibandingkan seluruh industri kreatif. 

Sektor ini tercatat menyerap 36.659 tenaga kerja, juga tumbuh tertinggi dibanding sektor lain sebesar 17%. Tidak hanya disitu, produktivitas tenaga kerja sektor arsitektur, yaitu nilai tambah yang dihasilkan perpekerja pertahun, juga menunjukkan angka tertinggi dibanding sektor lain, yakni sebesar Rp182,3 juta. Tahun 2014, Kemenparekraf menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB mencapai 7,5%, dan khusus subsektor arsitektur diharapkan mampu tumbuh 9%. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut pengembangan ruang publik, pelestarian bangunan bersejarah, membangun jejaring antararsitek, dan meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap karya arsitektur menjadi hal yang penting. [PR/H-15]


GARASI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar