Welcome To My Imajination

Selamat Datang di Dunia 3Dimensi
Terima Kasih Sudah Berkunjung Saya berharap Blog ini bisa tampil lebih baik lagi tentunya harapan itu merupakan harapan kita semua.. karna itu saya butuh Masukan, Kritikan dan Saran dari teman-teman semua untuk memaksimalkan isi blog ini, sekali lagi Selamat Berkunjung semoga blog ini bermanfaat bagi anda...
@ Creat: By Abank.

Jumat, 21 September 2012

Tadao Ando dan Dialog dengan Arsitektur Masa Lalu

GARASI



Tadao Ando dilahirkan tahun 1941 di Osaka, Jepang. Tumbuh besar di kota yang baru pulih dari perang itu, Ando lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Ia dibesarkan oleh neneknya, yang bernama ‘Ando’. Di usia 10-17 tahun, Ando bekerja pada seorang tukang kayu, dimana ia belajar untuk mengolah kayu dan membuat model-model pesawat dan kapal. Ando memiliki cara belajar yang tidak biasa. Katanya,”Aku bukanlah pelajar yang baik. Aku lebih suka membuat kelas sendiri di luar sekolah. Saat beruisa 18 tahun, aku mulai mengunjungi kuil-kuil dan ‘tea house’ di sekitar Kyoto dan Nara. Banyak bangunan tradisional yang luar biasa di sana. Saat itu, aku mempelajari arsitektur dengan cara mengunjungi langsung suatu bangunan, mempelajarinya kembali lewat buku-buku yang membahas bangunan tersebut.”

Ketertarikannya terhadap dunia arsitktur dimulai di usia 15 tahun. Saat itu ia mendapatkan buku sketsa-sketsa arsitek Le Corbusier. Ia menggambar ulang sketsa-sketsa Corbusier tersebut, sambil membayangkan apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Corbusier saat mengerjakan suatu disain. Sekitar tahun 1962-1969, Tadao Ando banyak mengunjungi tempat-tempat di Amerika Serikat, Eropa, dan Afrika. Periode ini adalah periode pematangan ide-ide arsitekturalnya sebelum ia mendirikan Tadao Ando Architectural & Associates di Osaka pada tahun 1969. Tadao Ando telah memenangkan beberapa penghargaan arsitektur bergengsi, seperti Arlsberg Prize (1992), Pritzker Prize (1995), Praemium Imperiale (1996), Gold Medal of Royal Institute of British Architects (1997).
Hampir seluruh disain bangunan Tadao Ando berkarakter simpel. Menurutnya, kita harus selalu berdialog dengan arsitektur yang masa lalu. Dan harus melalui filter visi dan pengalaman si arsitek itu sendiri.  Kesan pertama saat kita melihat karya arsitektur Tadao Ando adalah meterialnya. Tadao Ando sering menggunakan dinding yang besar dan kokoh sebagai pembatas ruangnya. Namun dinding keras tersebut memberi kesan lembut bila disentuh, dan mampu menghadirkan cahaya, udara, dan keheningan di saat yang bersamaan. Kesan lainnya adalah adanya ‘kekosongan’ , karena pengunjung hanya merasakan cahaya saat berkunjung ke bangunan yang ia dirikan. Saat ini, Tadao Ando telah menjadi salah satu arsitek paling berpengaruh, dan menjadi inspirasi bagi banyak arsitek dan mahasiswa arsitektur di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar